Tampilkan postingan dengan label Cerminan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerminan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2014

- Nya (Bagian I)

Kita tak akan pernah benar-benar merasakan arti dari kehidupan sampai memang benar-benar mendekati kematian.


Kita tak akan pernah benar-benar merasakan kehilangan sampai memang benar-benar ditinggalkan.



Dan kita memang tak akan pernah benar-benar merasakan arti cinta sampai memang benar-benar tersakiti.



Ahh yaa cinta, ujung dari semua ujung kehidupan ini, cinta kepada alam, cinta kepada makhluk yang Dia ciptakan, dan tentu saja kepada Dia yang memiliki cinta.



Kali ini pun masih sama, sebuah perasaan yang sulit untuk didapat dan kalau sudah didapatkan pun bukan berarti kita lantas dapat dengan mudah untuk mengerti.



Setiap kesempatan yang dilewati mungkin akan terasa amat menyesalkan, namun kita berharap dengan cinta-Nya lah semua akan terasa begitu sepadan untuk diulangi.



Setiap usaha yang telah dilakukan mungkin akan terasa amat tak berarti, namun kita berharap dengan cinta-Nya lah tak akan pernah hilang segala asa yang tetap terus dipelihara.



Setiap langkah kehidupan yang dijalani mungkin akan terasa amat menjemukan, namun kita berharap dengan cinta-Nya lah semua akan terasa begitu sepadan untuk diperjuangkan.



Dan setiap harapan yang kita miliki yang mungkin akan terasa amat tak mungkin, janganlah pernah berhenti percaya bahwa memang dengan cinta-Nya lah semua akan tersampaikan.

Ditulis di Kantor
Gedung Graha Kapital II lantai 3
Kemang

Sabtu, 18 Mei 2013

Mimpi


Dulu mana kebayang bisa pergi jalan-jalan ke Singapura, mimpi pun tak berani, negara itu hanya bisa dikenal dan dibayangkan dari buku Pengetahuan Sosial, anggota Asean katanya, pas SD pernah tuh disuruh ngapalin negara-negara anggota Asean, yaa salah satunya ya negara ini.

Setelah lulus SMK aja ga bisa berangkat ke tempat yang masih satu negara di Indonesia untuk lanjut sekolah, padahal sayang banget udah lulus tes, tapi mau gimana lagi pilihannya memang seperti itu karena keadaan, memang harus diakui keadaan ekonomi lah yang menjadi hambatan, tapi saya tidak menyesal karena saya yakin setiap orang sudah ada bagiannya masing-masing, punya perannya masing-masing, bersyukur memang obat yang paling mujarab untuk menghadapi setiap keadaan, yang penting bersyukur dulu deh, nanti pasti diganti bahkan ditambah menjadi lebih baik.

Iya bersyukur memang benar-benar hal yang paling sakti, dengan bersyukur sama apa yang kita punya, kita bisa merasa yakin, merasa tenang, enggak iri sama orang lain, pokoknya tenang deh di hati.

Bersyukur banget bisa ditempatkan sama Allah di kerjaan yang sekarang, udah hampir 3 tahun dan banyak banget yang didapet, banyak mimpi yang terwujud, walau saya sudah lelah juga disini ya Allah :)

Buat Emak buat Bapak buat keluarga, semoga kalian bangga.







Sabtu, 05 Januari 2013

Sebenernya apa sie yang mau dicari?



Udah lama ga ngeblog, udah ganti tahun aja nih 2013, ohh iya katanya 13 itu angka sial yaa (katanyaaa) kalendernya ganti aja jadi 2012A hahahaaa
Flashback dlu yu di 2012, compare the bad things and good things..

Bad things:
1.       Masih suka males kerjanya (mungkin karena sudah lelah dan bosan)
2.       Sholatnya suka masih ketinggalan
3.       Suka nunggu sampe terakhir buat ngerjain tugas kuliah (Mr. Pending)
4.       Boros banget, jajan muluu wkwk
5.       Suka masa bodo sama diri sendiri
6.       IPK turun
7.       Jarang olahraga (jaga kesehatan lahh)
8.       Tambah kurus (kata orang-orang sie gitu, kecapean kalii)
9.       Ehemm ditolak, hahahaaa

Good things:
1.       Masih bertahan di tempat kerjaan (bertahan apa ditahan-tahaniin wkwk, udah 2 tahun alhamdulillah)
2.       Kuliah masih lancar walau suka telat dan absen
3.       Bisa ngasih dan dukung ekonomi keluarga (walau belum banyak banget)
4.       Masih terus bertahan ngajar les
5.       Salary up
6.       Saving up
7.       Investing up (even not completed yet)
8.       Setoran masih terus masuk (makasih banyak Pakkkk..)
9.       Healthy , sehat wal afiat ga ada sakit serius di tahun 2012

Okay, those are my bad and good things. Apapun yang tertulis diatas tetep semua rasanya bersyukur banget dengan apa yang didapat sampai detik ini, terima kasih ya Allah swt atas berkat, rahmat, dan limpahan karunia di tahun laluu..

Mari kita bercermin, seseorang berkata “orang biasanya kalo disuruh bercermin ga mau, mana ada yang mau melihat kesalahannya sendiri, tapi kalo ga bercermin gimana kita bisa tau mana Bad things kita sendiri, kalau kita tau kan bisa koreksi and become Good things”. Let’s muhasabbah..

Hope for this year,
Sederhana aja untuk harapan tahun ini yaitu decreasing the bad things and keeping + increasing the good things, dan terlebih bisa mengartikan judul postingan ini. Bismillah..

Terima kasih ya Allah SWT….

Sabtu, 28 Juli 2012

1433

Buka Bersama Yayasan Amanah
05 Agustus 2012

Belajar membantu untuk orang lain, mengatur waktu, menghargai orang, memilih, mendengarkan, menerima, berkorban, berusaha, berdoa, percaya.










Draft

Kotak buat ngamen
belanja
Bawa minuman








belanjaan

MC Dewi dan Ayu































Selasa, 27 Desember 2011

if not if

people usually say,

if I had ..
if I were ..
if I did ..
if I could ..
if I took ..
if I got ..

Sebagai manusia sangatlah wajar jika Kita menginginkan sesuatu yang terbaik atas apa yang diusahakan,
Menginginkan suatu penilaian yang lebih dari apa yang Kita kerjakan,
Karena manusia selalu ingin dilihat,
ingin dinilai,
ingin dihargai,
ingin dihormati,
ingin dibalas,
ingin dipuji,

Apapun itu, pada dasarnya masing-masing dari Kita ingin mempunyai tempat,
We want to be Someone,
We want to be Something,

Suatu kebanggan jika Kita dapat menjadi apa yang kita usahakan, menjadi apa yang Kita dambakan.

Kalau bukan seandainya Saya dapat memiliki ..

Kalau bukan seandainya Saya dapat menjadi Seorang ..
Kalau bukan seandainya Saya dapat lakukan ..
Kalau bukan seandainya Saya mampu ..
Kalau bukan seandainya Saya ambil ..
Kalau bukan seandainya Saya mendapat ..


Tidaklah mudah menjalankan hidup ini, karena semua itu memang agar dapat membedakan antara pejuang dan penyerah,

Kadang hatimu berkata Saya sudah lelah,
Kadang hatimu berkata Saya sudah kalah,
Sering hatimu berkata Saya sudah bosan,
Pernah hatimu berkata Saya sudah tidak mampu,
Pernah hatimu berkata Saya sudah pasrah,
Tak apa katakanlah saja apa yang ada..
Tapi jangan biarkan Kau terus mengatakannya,
Meskipun hanya dalam hatimu..
Meskipun hanya dalam hatimu..